Detak jam membuat aku bodoh
berdetak
terus berdetak
tak terasa jam sudah dua belas lewat tengah malam
namun kau tak bergeminguntuk pulang
seakan waktu hanya milik kau seorang
Aku teguk lima gelas bir
untuk temani kau malam ini
ya
malam ini
tanpa ada seorangpun berani mengusik kita
tanpa ada sehelai benang menutupi kita
berdua
kehangatan
cumbuan mesra
seakan tak lepas darimu yang bertubuh sintal
untuk mencoba merasuk kesetiap lelaki hidung belang
mungkin kau sudah lupa
kapan dinding sucimu runtuh
dan kepada siapa kau berikan ciuman pertama
Marti
maafkan aku
bukan aku menolakmu
tapi, lekas tinggalkan
aku tahu
cinta sejati akan menunggumu
menteng atas, 5 des 2007
Rabu, 02 Januari 2008
TANPA KATAKATA
Ku tulis kembali puisi
tentang cinta
entah
rasa menggoda
menggelitik
jiwa dan raga
uhhhhhhhh.......
ku coba kembali menulis
tentang rakyat
entah
menghantam
terasa dipukul tentara
ohhhhhhhh...............
ku coba lagi kembali menulis
tentang Tuhan
entah
merenung
meditasi
uhhhhhhhhhhhhh..................
ku coba terus kembali menulis
tanpa
ada
katakata
terasa
mati
Menteng Atas 23 des 07
tentang cinta
entah
rasa menggoda
menggelitik
jiwa dan raga
uhhhhhhhh.......
ku coba kembali menulis
tentang rakyat
entah
menghantam
terasa dipukul tentara
ohhhhhhhh...............
ku coba lagi kembali menulis
tentang Tuhan
entah
merenung
meditasi
uhhhhhhhhhhhhh..................
ku coba terus kembali menulis
tanpa
ada
katakata
terasa
mati
Menteng Atas 23 des 07
Langganan:
Postingan (Atom)
